Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Rapat Koordinasi Jaminan Produk Halal (JPH) guna memperkuat kebijakan terkait produk impor menjelang implementasi kewajiban sertifikasi halal tahap berikutnya yang akan berlaku mulai 18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, Kamis (11/6/2026).
雅加达——清真产品保障机构(BPJPH)举办了一次清真产品保障协调会议,旨在加强有关进口产品的政策措施,为即将于 2026 年 10 月 18 日开始实施的清真认证要求做好准备。此次会议在雅加达东区的 BPJPH 大楼举行,时间为 2026 年 6 月 11 日星期四。
Rapat koordinasi diselenggarakan sebagai bagian dari upaya sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan Jaminan Produk Halal, khususnya terkait produk luar negeri yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia. Penguatan kebijakan produk impor dinilai menjadi aspek penting untuk memastikan implementasi Wajib Halal Oktober 2026 berjalan efektif, terukur, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
此次协调会议是旨在实现政策同步、协同管理以及控制清真产品认证相关事宜的一部分。重点在于对进入、在印度尼西亚境内流通和销售的国外产品的管理。加强进口产品政策的规定被认为是非常重要的环节,这有助于确保 2026 年 10 月实施的清真认证规定能够得到有效执行,并为相关企业和消费者提供法律保障。
Dalam arahannya, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal tidak hanya berlaku bagi produk dalam negeri, tetapi juga mencakup produk impor sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
在讲话中,食品管理局局长艾哈迈德·哈基尔·哈桑指出,清真认证制度的实施不仅适用于国内产品,同样也适用于根据法律法规规定需要获得清真认证的外国产品。
“Pemberlakuan wajib halal tidak hanya menyasar produk dalam negeri, tetapi juga produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan sistem jaminan produk halal dapat berjalan secara optimal,” ujar Ahmad Haikal Hasan.
“非清真产品的禁令不仅针对国内产品,也适用于进入印度尼西亚的国外产品。因此,需要加强各部门和机构之间的协调合作,以确保清真产品认证体系能够正常运行。”Ahmad Haikal Hasan 说道。
Menurutnya, implementasi Wajib Halal Oktober 2026 harus dipersiapkan secara matang melalui sinergi yang kuat antarinstansi, terutama dalam aspek pengawasan, pengakuan sertifikat halal luar negeri, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola layanan Jaminan Produk Halal.
他指出,要实现 2026 年 10 月的清真认证实施目标,就必须通过各机构之间的紧密合作来做好充分准备。特别是在监管方面、外国清真认证证书的认可、法规的协调统一,以及清真产品认证服务的优化方面,都需要加强合作。
Lebih lanjut, Haikal Hasan menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan wajib halal memerlukan keberanian dalam mengambil langkah-langkah strategis dan percepatan pelaksanaan program prioritas. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan sektor-sektor strategis, termasuk industri dan ekosistem halal.
此外,Haikal Hasan 强调,成功实施“清真政策”需要勇于采取战略性措施,并加快优先项目的实施进度。他认为,印度尼西亚有巨大的机会通过加强关键领域的发展来增强国家的经济独立性,其中包括清真产业及其相关生态系统。
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem halal nasional mengingat besarnya kontribusi sektor halal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, implementasi Wajib Halal Oktober 2026 harus menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
此外,该报告还强调了加强全国清真食品生态系统的重要性,因为清真食品行业对国家经济增长有着巨大的贡献。因此,2026 年 10 月的《清真食品强制实施法案》的出台,应当成为提升印度尼西亚清真食品产品竞争力以及加强消费者保护的机会。
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan BPI Danantara. Kehadiran berbagai kementerian dan lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan kesiapan implementasi kebijakan wajib halal, khususnya terkait produk impor. Hadir dalam rakor Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Abd Syakur, Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat S Burhanudin, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JPH E.A Chuzaemi Abidin, serta Tenaga Ahli Bidang Kehumasan BPJPH M. Fariza Y. Irawady.
这次协调会议有来自多个部门和机构的代表参加,其中包括宗教部、财政部、农业部、工业部、贸易部、国家粮食局,以及 BPI Danantara。这些部门和机构的参与,对于加强各部门之间的协同合作、确保“清真政策”的实施准备工作至关重要,尤其是关于进口产品方面。出席此次会议的还有 BPJPH 的首席秘书 Muhammad Aqil Irham、负责加强民族品格与自信工作的部长办公室官员 Warsito、负责清真认证与标准化工作的官员 Abd Syakur、负责清真认证与注册工作的官员 Mamat S Burhanudin、负责监督与管理的官员 E.A Chuzaemi Abidin,以及 BPJPH 的公共事务方面的专家 M. Fariza Y. Irawady。
Melalui rapat koordinasi ini, BPJPH berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah kebijakan yang terintegrasi antar kementerian dan lembaga, sehingga implementasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk impor dapat berjalan efektif dan memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan.
通过这次协调会议,BPJPH 希望各部委和机构能够形成统一的看法和共同的政策措施,从而有效实施对进口产品进行清真认证的义务,为所有相关方提供确定性。
Penguatan koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem halal nasional, meningkatkan daya saing produk Indonesia, serta memastikan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia memenuhi ketentuan Jaminan Produk Halal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
希望这种跨领域的协调努力能够进一步强化国家清真食品生态系统,提升印度尼西亚产品的竞争力,并确保进入印度尼西亚市场、流通和销售的产品都符合现行法律法规所规定的清真产品认证要求。
